Monday, 2 March 2009

Retret kelas XI 2008-2009

Huuuaaahhh

Baru retret nie . . .

Cuma sebentar sich. Jumat siank sampe sabtu siank aja.

Pertama, kita kumpul di Wisma Nasaret Karangpanas jam 14.00, trus pembagian kamar. Trus, jam 15.00 baru mulai dech acaranya di Aula. Eh, tau ga sich, ternyata aku kenal thu sama salah satu kakak pembinanya. Namanya mbak Ika, dulu di Pekalongan kan sering tugas bareng, hehehe. Acara mulae.

Acara dibuka dengan permainan. Kita dibagi menjadi 8 kelompok. Aku di kelompok pertama. Ketuanya aku. Anggotanya, aku, Amel, Vira, Ane, Halena, Steven, HP, Boby, Ivan, +satune lagi lupa namane+. Ini kelompok untuk selama retret. Trus kita disuruh buat lingkaran besar. Trus mulae nyanyi. Pokoknya seru dhe. Sayangnya aku ga hafal lagunya, jadi ga bisa tulis disini dhe.

Setelah bernyanyi dan bermain, kita dengerin cerita dari Romo judulnya Who Am I. Disini kita diajak untuk lebih mengenal diri kita sendiri. Apa sich kelebihan kita dan kekurangan kita. Kita harus mensyukuri apa yang kita miliki. Trus, kita ditunjukin sebuah video tentang seorang yang cacat, ga punya tangan dan kaki. Tapi dia tetap bersyukur dan ga pernah mengeluh. Dia tinggal sendirian di rumaha mewah yang ada taman luas dan kolam renang. taiu gasich, itu rumah dia sendiri yang beli pake uang dia. Dia dulu sekolah akunting. Pinter banged sampe jadi d bezt gitu lah. Thu kan, yang ga punya tangan kaki aja bisa, kenapa kita yang punya organ yang lkengkap kok masih suka ngeluh terus sich . . .

Malemnya, kita dikasih sebuah renungan, supaya kita menghargai diri kita sendiri, juga mum dad dan orang lain. Kita diajak meresapi apa sich maknanya. Kita diajak flash back apa yang kitya lakuin, dan kita harus sadar, apakah kita sudah bersyukur kepada DIA? Kita ga boleh inget DIA cuma kalo butuh aja. Tapi saat kita senang, kita sering lupa. Itu ga boleh. Kita harus tetep bersyukur pasda-NYA. Dan ini ditutup dengan doa malam di kapel. Habis itu bobok.

Huff, cape banged dhe. Aku ga langsung bobok, aku baca buku dulu sampe puas baru bobok. Laper juga, tapi udah malem udah ga keradsa sich. Hari jumat itu kan aku puasa. Siangnya ga sempet maem dulu. Malemnya eh makanannya soto ayam. Ya udah aku ga makan lagi. Kan pantang makan daging. Huff bener bener ga makan seharian dech . . .

Besoknya, pagi kita doa pagi. Terus diajak merenung apa yang semalem udah kita renungkan. Trus makan pagi, terus kumpul lagi di Aula per kelompok. Kita mau permainan nich. Salah satu orang dipilih menjadi pemimpinnya. Di kelompokku, Steven yang beruntung. Na anggotanya matanya semua ditutupi kain, jadi kayak orang hbuta gitu dhe. Trus Steven mimpin anggotanya ke suatu tempat dengan cara ngasih aba - aba. Na disini serunya. Jalan kayak orang buta. Dan sampailah kita yang ternyata di parkiran depan. Huff, dalam permainan ini kita belajar untuk mempercayai orang lain.

Kemudian, permainan lagi. Kita dikasih tali, satu orang satu. Trus kakak pembinanya nekuk tali jadi dua terus dipegang di bagian yang ditekuk. na semua anggota wajib megang dua ujung. Trus pegangannya dilepas. Kan jadinya ruwet thu talinya. Tugas kita adalah gimana caranya biar tali itu menjadi lingkaran. Jadi kita sampe loncat sana sini biar talinya ga ruwet dech. Abis itu, dilombain. Dan kelompokku berhasil juga. malah jadi 2 lingkaran lho, hehehehe. Di permainan ini, kita belajar untuk tidak mudah menyerah dalam mengatasi suatu masalah. Jadi tali yang ruwet itu pun lama lama kalo ditelateni bisa jadi lingkaran juga kan.

Permainan berikutnya, kita bergandengan tangan berdua - dua, duduk. Trus berdiri bersama - sama, kita harus narik sesama teman supaya kita dan teman bisa berdiri. Mula - mula berdua, terus berlima, terus sekelompok, terus dua kelompok digabung. Na waktu dua kelompok digabung thu susah banged dhe. Bis ada 2 orang cowok berbadan besar yang ga berhail berdiri. Setelah berkali - kali mencoba, yang 1 bisa juga walaupun dengan susah payah. Tapi yang satunya tetep ga bisa - bisa. Saran Amel, kita gandengannya cewek cowok aja biar lebih kuat. Dan kebetulan aku termasuk yang kuat jadi aku bareng 2 orang itu. Eh, waktu nyoba sekali susah. Tapi untungnya waktu dilombain, berhasil lho . . . Senangnyaaa ^^ Di permainan ini kita belajar untuk berkerja sama saling mengangkat teman.

Terus, main panjang - panjangan. Apa aja boleh dipake. Kita ngejejer - jejerin sandal, sepatu, tali sepatu, hape, flashdisk, dompet, buku, kalung, jam tangan, kartu - kartu yang ada di dompet, sampe uang juga. Sayangnya kita cuma jadi juara 3 aja. Huff, gapapa lah. Trus abis itu maen pendek - pendekan. Kita berdiri dempet - dempetan sependek mungkin. Trus, aku bilang sama kakak pembinanya, curang ah anggota ku 10 orang, yang lain kan 8-9 orang. Trus, 1 orang dari tempatku di pindah ke kelompok yang cuma 8. Yang kita pindah tentu aja Steven, hehe. Jadilah kelompok kita yang menang karena kebetulan kecil - kecil. hehehehe. Sorry ya ven, kmu ditelantarin ke kelompok laen, huehehehehe, peace -_- v Nah, dari permainan ini kita belajar untuk berkoraban. Dari maen panjang - panjangan kita mengorbankan barang yang kita miliki untuk membuat barisan yang lebih panjang. Kalo dari pendek - pendekan kita belajar berkorban mepet - mepet, sempit - sempitan supaya jadi yang paling pendek.

Terakhir, kita dikasih satu kertas koran dan kita harus membuat sebuah lingkaran yang cukup untuk dimasuki seluruh anggota. Trus, kelompok kita pake cara nyobekkin kertas tapi jangan sampe putus sampai akhirnya jadi lingkaran. Trus dilombain lagi dan kelompok kita juara 3. Di permainan ini kita belajar tentang kreativitas.

Setelah permainan, kita kembali ke aula, mendengar cerita dari romo, misa penutup di kapel , trus makan siang dan pulang.

Sekian acara retret agama Katolik di wisma Nasaret Karangpanas.

=)

0 comments:

Search here

All about Music